Pementasan Busana Tradisional dan Tari Denok Sebagai Strategi Diplomasi Budaya Indonesia di Cabanatuan, Filipina
DOI:
https://doi.org/10.56862/irajpkm.v4i1.379Kata Kunci:
Pelestarian budaya, Baju tradisional, Tari Denok, PementasanAbstrak
Budaya adalah identitas utama sebuah bangsa yang harus dijaga dan diwariskan antargenerasi. Pelestarian budaya lokal Indonesia, seperti baju tradisional dan tarian, menghadapi tantangan besar di era globalisasi. Dengan kekayaan budayanya, Indonesia memanfaatkan diplomasi budaya sebagai bentuk soft power untuk memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya di panggung internasional, termasuk di Kota Cabanatuan, Filipina. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menyosialisasikan beraneka macam baju tradisional dan Tari Denok dari Indonesia kepada warga Kota Cabanatuan. Kegiatan ini diadakan di Nueva Ecija University of Science and Technology, Filipina. Metode yang digunakan adalah sosialisasi melalui pementasan busana tradisional dan Tari Denok yang dihadiri lebih dari 500 peserta. Pementasan baju tradisional dan Tari Denok dibagi menjadi dua hari yaitu pada tanggal 22 Agustus 2025 dan 11 September 2025. Hasil dari kegiatan ini menunjukan antusiasme tinggi dari warga Kota Cabanatuan terhadap budaya Indonesia. Hasil dari kegiatan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang berbagai busana tradisional dan Tari Denok dari Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Budi Haryono, Bambang Hadi Kurnayo, Lintang Enggartiasto, Anita Viana, Danu Setiyawan, Ghazy Tara Tsaqif, Anas Asih Werdiyarti, Jason Edmond Wijayanto, Aan Burhanudin, Muchammad Malik, Rifki Hermana, Agus Mukhtar, Rizky Muliani Dwi Ujianti

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













